Rabu, 04 Februari 2026

Menembus Tembok Regional: Liga 4 PSSI Jambi Butuh "Tangan Dingin" Kepala Daerah

 

dokumentasi


Jambi - Gairah sepak bola di Provinsi Jambi sebenarnya tidak pernah padam. Namun, fakta bahwa klub-klub lokal masih kesulitan menembus kasta tertinggi kompetisi nasional menjadi pekerjaan rumah yang besar. Memasuki musim Liga 4 PSSI 2026, dukungan penuh dari Kepala Daerah (Gubernur, Wali Kota, dan Bupati) dinilai menjadi variabel kunci agar klub Jambi tak sekadar jadi "pelengkap" di kancah regional.


Kondisi sepak bola Jambi saat ini membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara manajemen klub, PSSI dan pemerintah daerah. Tanpa sokongan kebijakan dan pendanaan yang tepat, mimpi melihat wakil Jambi di Liga 2 atau bahkan Liga 1 akan tetap menjadi angan-angan.


Sepak bola modern bukan lagi sekadar hobi, melainkan industri yang memerlukan ekosistem pendukung. Berikut adalah aspek krusial yang memerlukan campur tangan kepala daerah


Banyak klub Liga 4 di Jambi yang masih terkendala fasilitas latihan dan pertandingan yang layak sesuai standar PSSI. Kepala daerah memiliki daya tawar (bargaining power) untuk mendorong perusahaan daerah (BUMD) atau perusahaan swasta besar di Jambi agar menyalurkan CSR mereka ke sektor olahraga.


Kebijakan daerah yang mendukung kompetisi internal di tingkat kabupaten/kota akan menciptakan supply pemain berbakat untuk klub utama.


Untuk membawa klub Jambi promosi ke Liga 3 nasional dan seterusnya, diperlukan langkah-langkah strategis. Pendanaan Mandiri dan berkelanjutan. Melepaskan ketergantungan pada APBD dengan membangun manajemen klub yang profesional, namun tetap di bawah perlindungan regulasi daerah yang suportif.


Mobilisasi suporter, dukungan moril dari kepala daerah saat pertandingan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk datang ke stadion, yang secara langsung meningkatkan pendapatan tiket.


Jika hal itu diwujudkan, menjadikan sepak bola sebagai ikon daerah, sehingga setiap keberhasilan klub juga menjadi kebanggaan dan prestasi politik bagi pimpinan daerah.


"Bakat pemain Jambi itu luar biasa, kita punya talenta yang tak kalah dengan pulau Jawa. Yang kita butuhkan sekarang adalah 'karpet merah' dari para pemimpin kita agar manajemen klub punya nafas panjang untuk bersaing di level nasional,"ujar Riko pecinta sepak bola Jambi.


Harapannya, melalui momentum Liga 4 ini, para kepala daerah di Jambi dapat duduk bersama dan merumuskan blue print kemajuan sepak bola Jambi. Jika kolaborasi ini terwujud, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, stadion-stadion di Jambi akan bergemuruh menjamu klub-klub besar dari seluruh Indonesia.(red)