Jangan Tutup Mata! Saatnya Kepala Daerah Bawa Klub Liga 4 Jambi Naik Kasta"
Jambi - Geliat sepak bola di Provinsi Jambi sebenarnya tidak pernah padam. Munculnya klub-klub lokal di kompetisi Liga 4 menunjukkan besarnya talenta dan antusiasme masyarakat. Namun, mimpi untuk naik kasta ke level profesional diprediksi bakal kandas jika Kepala Daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota masih memilih untuk "diam" dan tidak memberikan dukungan penuh.
Pecinta sekaligus mantan pemain sepak bola Jambi, Edot Balckmore menilai, transisi klub dari amatir menuju profesional bukan sekadar urusan taktik di lapangan, melainkan urusan finansial dan infrastruktur. Tanpa campur tangan pemerintah daerah (Pemda) dalam memfasilitasi sponsor atau menyediakan sarana latihan yang layak, klub-klub Jambi hanya akan menjadi pelengkap turnamen.
Sejauh ini, banyak klub Liga 4 di Jambi yang harus tertatih-tatih membiayai operasional tim secara mandiri. "Semangat pemain dan pelatih kita luar biasa, tapi semangat saja tidak cukup untuk membayar biaya pendaftaran, akomodasi, hingga gaji pemain," ujar Edot ditemui Kapten Sport pagi ini di Jambi.
Ia menegaskan bahwa peran Kepala Daerah sangat vital, terutama dalam hal akses sponsor. Menjembatani hubungan antara klub dengan perusahaan-perusahaan besar (BUMD/Swasta) yang beroperasi di wilayah Jambi. Kedua yakni tentang perbaikan fasilitas. Memastikan stadion atau lapangan latihan memenuhi standar kompetisi nasional. Ketiga yang tak kalah penting adalah kebijakan strategis. Mmberikan kemudahan regulasi bagi pengembangan talenta muda melalui akademi yang terintegrasi.
Sejarah mencatat, daerah yang sepak bolanya maju selalu memiliki pimpinan yang "gila bola" atau setidaknya sadar bahwa sepak bola adalah alat pemersatu dan promosi daerah yang paling efektif. Jika para Kepala Daerah di Jambi terus bersikap pasif, maka Jambi hanya akan terus menjadi penonton bagi kesuksesan klub-klub dari provinsi tetangga.
Masyarakat bola Jambi kini menanti aksi nyata, bukan sekadar janji manis saat kampanye. Kenaikan kasta klub ke Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 adalah harga diri daerah yang harus diperjuangkan bersama.(red)
