Duka Sepak Bola Muda: PSSI Jambi Tak Gelar Piala Soeratin, Kuota Nasional Hangus
SEPAK BOLA– Sejumlah pelaku dan pengamat sepak bola di Provinsi Jambi menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap jajaran Pengurus PSSI Provinsi Jambi. Keputusan PSSI Provinsi Jambi yang dipastikan tidak menggelar ajang bergengsi Piala Soeratin musim ini dinilai sebagai bentuk kemunduran pembinaan usia dini di Provinsi Jambi, terutama di tengah kondisi kepengurusan PSSI Provinsi Jambi yang saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Gagalnya penyelenggaraan Piala Soeratin musim ini membuat Jambi dipastikan kehilangan kuota untuk mengirimkan wakilnya ke putaran nasional. Padahal, kompetisi usia muda seperti U-13, U-15, dan U-17 ini merupakan panggung utama bagi talenta-talenta muda lokal untuk mengasah bakat serta dilirik oleh pemandu bakat tingkat nasional.
Sejumlah pengurus klub, pelatih, hingga orang tua pemain menyayangkan kurangnya terobosan dan komitmen dari jajaran pengurus sementara di tubuh PSSI Provinsi Jambi sejak lepas dari Ketua Muhammad Fadhil Arief. Mereka menilai keberadaan pimpinan sementara seharusnya tidak menjadi alasan mandeknya program kerja vital yang menjadi hak para pemain muda.
"Piala Soeratin adalah urat nadi pembinaan usia muda. Jika kompetisi ini saja tidak jalan, untuk apa pengurus ada? Jangan jadikan status Plt sebagai alasan untuk pasif dan merugikan masa depan anak-anak yang sudah berlatih keras sepanjang tahun," ujar salah satu pengurus klub lokal di Jambi yang enggan disebutkan namanya.
"Kami pun sudah menghubungi beberapa pengurus yang saat ini mengisi jabatan sementara di bawah Plt Ketua, tapi nihil tidak ada respon sama sekali,"tegasnya menambahkan.
Kekecewaan juga disampaikan oleh Ketua Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (Blispi) Provinsi Jambi Dan Ketua Liga Anak Merangin (LAM), Hendri Kisnawan. Dirinya mempertanyakan efektivitas kerja serta kinerja Plt PSSI Provinsi. Mereka menuntut adanya transparansi terkait kendala utama yang dihadapi, sekaligus mendesak agar PSSI Pusat segera mengambil langkah tegas atau mempercepat proses Kongres Luar Biasa (KLB) guna melahirkan kepengurusan definitif yang lebih fokus dan responsif terhadap kemajuan sepak bola Jambi.
"Saya rasa event piala soeratin bukan hal yg tidak bisa digelar, karena di Provinsi lain bisa menggelar itu. Jika terkendala di sumber dana, ungkin kita semua pelaku bisa mencari solusi bersama demi terwujud ya event ini. Karena sayang jika Jambi kehilangan slot perwakilan ke nasional, terlebih
event ini yang memang di bawah naungan PSSI pasti sangat ditunggu oleh anak-anak2 di fase U13,15 dan U17,"katanya.
Informasi yang didapat media ini bahwa Piala Soeratin putaran nasional musim ini bakal digelar awal Oktober mendatang dari jadwal sebelumnya yakni 26 September 2026.
