Askab Desak Kejelasan Kongres Pemilihan, Kinerja PSSI Jambi Dikritik
SEPAK BOLA - Menjelang pelaksanaan Kongres Pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jambi, sorotan tajam datang dari jajaran pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tingkat kabupaten. Jajaran pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI mempertanyakan komitmen serta kinerja Asprov PSSI Jambi karena hingga saat ini belum ada tahapan pra-kongres yang dijalankan secara rasional dan transparan.
Padahal, sesuai dengan Statuta PSSI dan agenda organisasi, pembentukan Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP) seharusnya sudah disosialisasikan dan disahkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan voting.
Berdasarkan surat PSSI pusat yang ditanda tangani Sekjen Yunus Nusi perihal Pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Provinsi, kongres biasa pemilihan wajib dilaksanakan pada periode Oktober hingga November 2026.
Salah satu perwakilan pengurus PSSI kabupaten di Provinsi Jambi menyuarakan keprihatinannya terkait lambannya pergerakan PSSI Provinsi Jambi yang dinahkodai oleh Plt Ketua Endri Erawan dan posisi Sekretaris Umum, Arie Dwi Debrata Menurutnya, kepastian tahapan kongres sangat vital agar seluruh pemilik suara (voter) serta para calon yang ingin maju memiliki waktu dan kesempatan yang sama secara adil.
"Kita sudah di dalam rentan waktu pelaksanaan Kongres Pemilihan, tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan tahapan. Pembentukan Komite Pemilihan, penetapan DPT (Daftar Pemilih Tetap), hingga sosialisasi syarat pencalonan seolah jalan di tempat. Kita mempertanyakan ada apa dengan kerja PSSI Provinsi Jambi saat ini,"tegas ketua Askab PSSI Muaro Jambi, Ilham Azhari pada Sabtu, (24/10/2026).
Bahkan dirinya juga mempertanyakan alasan kongkrit dari kepengurusan PSSI Provinsi Jambi saat ini yang tidak menggelar Piala Soeratin 2026.
Hal senada disampaikan Ketua Askab PSSI Tanjab Barat, Endri Avian. Wakil Rakyat Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan ini menyatakan bahwa ketidakjelasan tahapan kongres pemilihan berpotensi menimbulkan riak kepengurusan dan ketidakpuasan di tingkat daerah. Pengurus kabupaten berharap PSSI Provinsi tidak terkesan mengulur-ulur waktu atau tergesa-gesa di akhir jadwal yang justru dapat mencederai nilai-nilai demokratis dalam tubuh organisasi sepak bola Jambi.
Atas kondisi tersebut, jajaran PSSI kabupaten mendesak Asprov PSSI Jambi untuk segera mengundang seluruh pengurus Askab/Askot serta klub anggota guna duduk bersama memaparkan timeline resmi pemilihan.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan PSSI kabupaten di antaranya, Pengesahan dan Pembentukan Komite Banding Pemilihan (KP) dan Pembentukan Komite Banding Pemilihan (KBP) secara terbuka. Kejelasa. Schedule/Timeline seluruh alur tahapan, mulai dari pendaftaran calon, verifikasi berkas, pengumuman calon sementara, hingga penetapan calon tetap. Terakhir terkait Penyampaian Pertanggungjawaban Program Kerja dan Keuangan PSSI Provinsi Jambi periode berjalan secara transparan sebelum kongres dimulai.
Untuk diketahui, beberapa PSSI Provinsi yang telah melaksanakan dan menjalankan tahapan kongres pemilihan diantaranya, PSSI Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan PSSI Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, PSSI Provinsi yang tengah menjalankan tahapan kongres pemilihan yakni, PSSI Provinsi Jawa Timur serta PSSI Provinsi tetangga, Sumatera Selatan.
Pengurus daerah berharap sinyalemen ini dapat direspons cepat oleh kepengurusan PSSI Provinsi Jambi demi kelancaran dan iklim pembinaan sepak bola di Provinsi Jambi yang sehat serta berintegritas. Sampai berita ini diturunkan, pihak PSSI Provinsi Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal penetapan tahapan kongres tersebut.
